Wujudkan Ekosistem Pendidikan Aman, Talkshow Pelajar Inklusif IPNU-IPPNU DIY Tekankan Profesionalisme Dakwah

  • Jan 19, 2026
  • Ajeng KIM DSN

Konferensi Wilayah (Konferwil) PW IPNU XIX dan PW IPPNU XV Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menyelenggarakan Talkshow "Pelajar Inklusif" di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Sabtu (17/1). Kegiatan strategis ini dirancang sebagai upaya kolektif dalam membangun ruang pendidikan yang aman, setara, dan berdaya bagi generasi muda di tengah tantangan sosial yang kian kompleks.

Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Rektor UNU Yogyakarta, Prof. Dr. Widya Priyahita Pudjibudojo, menekankan pentingnya peran institusi pendidikan dalam menciptakan ekosistem inklusif. Menurutnya, pendidikan harus bertransformasi menjadi benteng perlindungan bagi seluruh generasi sekaligus wadah pengembangan potensi yang manusiawi.

Dalam pesan kuncinya, Prof. Widya menyampaikan pandangan mendalam mengenai relevansi dakwah dan profesionalisme di era modern. Beliau menegaskan bahwa dakwah sejatinya adalah seni memberi warna pada peradaban, di mana peran pendakwah tidak lagi terbatas pada mimbar agama konvensional.

"Berdakwah harus bisa memberi warna dengan menjadi profesional di berbagai bidang. Menjadi dai tidak terbatas pada mimbar agama, melainkan melalui manifestasi profesionalisme di berbagai lini kehidupan. Ketika nilai-nilai Islam terpancar melalui keahlian kita di berbagai bidang ilmu, saat itulah syiar Islam hadir sebagai rahmat yang nyata dan inklusif," tegas Prof. Widya.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DIY, Umaruddin Masdar, S.Ag., turut menyoroti urgensi kebijakan. namun disamping itu ia juga menyampaiakan betapa indahnya menjadi kader Nahdlatul Ulama, karena didalamnya banyak pemikiran agama dengan kesantunan dari para guru dan ulama.

Diskusi yang dipandu oleh Saviera Ajeng seorang konten kreator asal Sleman sekaligus kader IPPNU, ini juga menghadirkan Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah. Dalam paparannya, Whasfi menekankan bahwa kader IPNU-IPPNU memiliki tanggung jawab besar sebagai mitra strategis untuk mendampingi rekan sejawat yang menghadapi masalah sosial di lingkungan sekolah maupun kampus.

Sebagai penutup, forum ini merumuskan sejumlah rekomendasi strategis bagi penguatan lingkungan pendidikan ramah anak. Melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, institusi pendidikan, dan organisasi pelajar, diharapkan tercipta keberlanjutan sumber daya manusia yang berkarakter dan berkeadilan di Daerah Istimewa Yogyakarta.