Syawalan RW10 Candikarang, Warga Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kebersamaan
- Apr 07, 2026
- Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK
Sleman — Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Sardonoharjo menyelenggarakan Pengajian Syawalan sekaligus Halal Bi Halal bagi warga RW 10 Padukuhan Candikarang, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (3/4/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Wongsodiharjo, Dusun Candi Sari, itu berlangsung khidmat dalam suasana malam yang cerah.
Acara diawali dengan penampilan hadroh dari kelompok ibu-ibu Tsamrotul Mahabbah Masjid Wongsodiharjo dan grup hadroh Tieladeena Fatayat Sardonoharjo. Suasana semakin semarak dengan penampilan Adek Binar, juara Pildacil, yang memukau jamaah melalui ceramah yang komunikatif dan inspiratif.
Dukuh Padukuhan Candikarang, Harun Aroni, dalam sambutannya mengajak warga memaknai syawalan sebagai momentum untuk meningkatkan iman dan takwa, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kerja sama dalam kebaikan demi meraih ridha Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut juga dibacakan ikrar syawalan yang diwakili oleh pemuda dan diterima oleh sesepuh Padukuhan Candikarang. Ikrar itu menjadi simbol komitmen bersama untuk menjaga persaudaraan dan keharmonisan antarwarga.
Ketua MWC NU Ngaglik, Ir. H. Karlana, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai momentum syawalan memiliki arti penting dalam mempererat persatuan dan kesatuan, khususnya dalam berkhidmat di lingkungan NU. “Semoga silaturahmi ini diridhai Allah SWT dan amal ibadah kita diterima,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, NU Ranting Sardonoharjo juga menyerahkan bingkisan tali asih kepada perwakilan guru dan ustaz di mushola dan masjid se-Padukuhan Candikarang. Perwakilan NU Ranting Sardonoharjo, Darowi, menyampaikan terima kasih kepada warga yang selama ini istiqomah berpartisipasi dalam program Koin NU.
Acara ditutup dengan tausiyah dan doa oleh KH Anwan Zainuri yang mengangkat hikmah syawalan. Ia mengingatkan adanya empat golongan yang belum mendapatkan ampunan dan rahmat Ramadhan, yakni pecandu minuman keras dan obat terlarang, anak yang durhaka kepada orang tua, pemutus hubungan kekerabatan, serta mereka yang masih bermusuhan dengan sesama Muslim.
Melalui kegiatan ini, warga diharapkan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.