Sanggar Banyu Bening Wakili Ngaglik di Pawai Seni FKY Sleman 2025 Angkat Tema Pertanian dan Konservasi Alam, Wujudkan Semangat “Adoh Ratu Cedhak Watu
- Oct 18, 2025
- Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK
Sleman, 17 Oktober 2025 — Suasana meriah mewarnai Pawai Seni dalam rangka Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) Kabupaten Sleman Tahun 2025 yang digelar pada Jumat (17/10). Kirab budaya ini dimulai dari Sendang Bagusan, Sidoagung, Godean dan berakhir di Lapangan Bendungan, Sidoagung, Godean, Sleman.
Dengan mengusung tema “Adoh Ratu Cedhak Watu” yang bermakna sikap hidup sederhana, jauh dari kemewahan namun dekat dengan kerja keras dan alam, kegiatan ini menghadirkan sembilan sanggar seni dari berbagai kapanewon di Sleman.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Sanggar Banyu Bening dari Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik. Sanggar ini tampil di urutan ke-8 dengan tema pertanian, menonjolkan potensi agraris khas wilayah Ngaglik. Para penari tampil anggun dengan kostum serba coklat yang melambangkan kesederhanaan dan kedekatan dengan tanah serta alam.
Koordinator Sanggar Banyu Bening, Elisabeth Panti, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka bukan sekadar ajang pentas seni, tetapi juga bentuk nyata pelestarian nilai budaya dan lingkungan.
“Selain aktif di bidang seni, kami juga fokus pada konservasi alam, terutama pengelolaan air hujan. Kami ingin menanamkan cinta budaya dan lingkungan sejak dini kepada anak-anak melalui pembelajaran tari tradisional, bahasa Jawa, dan kegiatan pelestarian alam,” ujar Elisabeth.
Partisipasi Sanggar Banyu Bening dalam FKY 2025 ini menjadi simbol keterpaduan antara seni, budaya, dan kesadaran ekologis. Dengan semangat “Adoh Ratu Cedhak Watu”, mereka menunjukkan bahwa kebudayaan tidak hanya hidup dalam gerak dan irama, tetapi juga dalam harmoni manusia dengan alamnya.