Safari Dakwah Syekh Muhammad Jaber Semarakkan Masjid At Tauwabiin Candikarang Sleman Momentum Spirit Qur’ani dan Regenerasi Kepengurusan Masjid

  • Oct 18, 2025
  • Andy Ahmad - KIM DSN

Sleman, 17 Oktober 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Ngaglik tidak menyurutkan semangat ratusan jamaah untuk menghadiri Safari Dakwah bersama Syekh Muhammad Jaber di Masjid At Tauwabiin Candikarang, Kalurahan Sardonoharjo, Kabupaten Sleman, Jumat malam (17/10).

Kehadiran Syekh Jaber disambut antusias oleh masyarakat yang telah menunggu sejak sore. Suasana religius kian terasa ketika ulama berdarah Arab-Indonesia itu memimpin salat Isya berjamaah, sebelum kemudian memberikan tausiah. Seusai salat, anak-anak kecil tampak bersemangat berebut untuk bersalaman dan memohon doa dari sang ulama.

Acara malam itu juga menjadi momentum penting bagi jamaah Masjid At Tauwabiin dengan digelarnya serah terima kepengurusan Yayasan Masjid At Tauwabiin. Ketua sebelumnya, Ahmad Usmantoro, resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Gatot Hariyanto untuk masa bakti 2025–2030.

Dalam sambutannya, Panewu Ngaglik Wawan Widiantoro mengapresiasi kegiatan safari dakwah ini sebagai upaya memperkuat nilai keagamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia juga berharap kepengurusan baru dapat semakin memakmurkan masjid dan memperluas kegiatan dakwah berbasis pendidikan.

Sementara itu, Dukuh Candikarang Harun Aroni menyampaikan bahwa Masjid At Tauwabiin telah berusia 97 tahun. “Tiga tahun lagi, insyaallah masjid ini genap satu abad berdiri dan terus melayani umat,” ujarnya penuh syukur.

Acara juga dimeriahkan dengan penampilan hadroh sholawat Al Jamila, yang beranggotakan ibu-ibu jamaah muslimah Candikarang. Lantunan sholawat mereka menambah khidmat suasana malam dakwah tersebut.

Dalam tausiyahnya, Syekh Muhammad Jaber menekankan pentingnya pendidikan Qur’ani dalam membentuk karakter umat dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di masyarakat. “Anak yang tumbuh dengan Al-Qur’an akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan bagi bangsanya,” pesan beliau di akhir ceramah.

Safari dakwah ini menjadi bukti nyata bahwa semangat mencintai ilmu dan Al-Qur’an tetap menyala, meski diguyur hujan sekalipun.