Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Dorong Kemandirian UMKM Sendangarum

  • Feb 06, 2026
  • Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK

Sleman — Upaya mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi pelaku usaha mikro terus dilakukan di tingkat kalurahan. Forum Komunikasi UMKM (Forkom UMKM) Kalurahan Sendangarum, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman, menggelar pelatihan pembuatan sabun cuci piring pada Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedongan, Kalurahan Sendangarum dan diikuti oleh para pengurus Forkom UMKM setempat.

Pelatihan menghadirkan narasumber Lina Syafira, pelaku usaha sabun kebutuhan rumah tangga dengan merek Super Qnclonk yang berpusat di Jalan Kaliurang Km 12,5, Ngaglik, Sleman. Dalam pemaparannya, Lina menjelaskan bahwa pembuatan sabun cuci piring relatif mudah dilakukan dan bahan-bahannya dapat diperoleh di toko bahan kimia.

“Bahan utama sabun cuci piring adalah texapon yang kemudian ditambahkan sodium sulfat sebagai pelarut sekaligus pengental. Selain itu juga digunakan EDTA, citric acid, LABS, LAS, betain, parfum, pewarna, dan air,” jelas Lina. Ia menambahkan, dengan takaran yang tepat, sabun yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan layak digunakan maupun dipasarkan.

Ketua Forkom UMKM Sendangarum, Murjito, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program perdana Forkom UMKM Sendangarum pada tahun 2026. “Kami berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan dan keterampilan anggota UMKM agar mampu memproduksi kebutuhan rumah tangga secara mandiri, sekaligus menjadi peluang usaha baru yang bernilai ekonomi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Tim Carya Budhi Chantya sebagai lembaga pendamping UMKM sekaligus pendamping produk halal. Kehadiran tim pendamping diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam penguatan legalitas, kualitas produk, serta kesiapan menuju pasar yang lebih luas.

Lurah Sendangarum, Wiwik Retno Yulianti, S.Ag, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini selaras dengan upaya pemberdayaan UMKM sebagai ujung tombak perekonomian desa. “Selain lebih hemat karena tidak bergantung pada produk pabrikan, hasil pelatihan ini juga berpotensi dijual melalui Gerai Koperasi Desa Merah Putih. Perizinan usaha perlu diperhatikan agar produk UMKM semakin dipercaya dan berkembang,” katanya.

Pelatihan diawali dengan penyampaian teori mengenai bahan dan tahapan pembuatan sabun cuci piring, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta tampak antusias dan aktif mengikuti setiap proses. Dari kegiatan ini, masing-masing kelompok berhasil menghasilkan sekitar 10 liter sabun cuci piring berkualitas yang siap digunakan sendiri maupun dipasarkan.