PAC Muslimat NU Ngaglik Luncurkan Madrasah Lansia Husnul Khotimah Bina Aswaja

  • Jan 23, 2026
  • Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK

SLEMAN — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama Kapanewon Ngaglik meluncurkan Madrasah Husnul Khotimah Bina Aswaja, Jumat (23/1/2026). Peluncuran ditandai dengan kegiatan soft opening yang digelar di PKBM Bina Karya Hikmah Assalam, Tempursari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman.

Madrasah ini ditujukan bagi warga lanjut usia sebagai ruang pembelajaran keagamaan sekaligus pemberdayaan sosial. Program tersebut mengusung tagline “Bersama Madrasah Lansia, Senja Menjadi Bahagia”, dengan tujuan mendorong lansia tetap aktif, mandiri, dan produktif.

Ketua Madrasah Husnul Khotimah Bina Aswaja, Dra. Hj. Zainah, menyampaikan bahwa madrasah ini dirancang sebagai sarana belajar sepanjang hayat yang terbuka bagi para lansia di wilayah Ngaglik dan sekitarnya.

Soft opening dibuka oleh Dra. Hj. Siti Hinduniyah. Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Madrasah Husnul Khotimah Bina Aswaja merupakan program unggulan pertama PAC Muslimat NU Ngaglik. Menurutnya, pendidikan bagi lansia penting untuk menjaga kualitas hidup, baik secara spiritual maupun sosial.

“Belajar tidak dibatasi oleh usia. Kami berharap madrasah ini dapat membantu lansia tetap mandiri, produktif, dan berdaya, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pada tahap awal, jumlah peserta ditargetkan minimal lima orang dari setiap ranting PAC Muslimat NU Ngaglik yang berjumlah enam ranting. Namun, jumlah santri yang hadir pada kegiatan perdana ini mencapai 52 orang, melebihi target awal.

Materi pembekalan disampaikan oleh RR. Arina Fuaziyah dari PC Muslimat NU Kabupaten Sleman. Ia menjelaskan bahwa madrasah ini direncanakan bekerja sama dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dinas Sosial dan Kementerian Agama, untuk memperkaya materi pembelajaran. Ke depan, madrasah juga akan menggelar akhirussanah atau khataman sebagai evaluasi proses belajar.

Materi lanjutan dan doa disampaikan oleh Drs. H. Salamun Sodri. Ia menyebutkan bahwa selain pendidikan agama dan kemasyarakatan, para santri juga akan mendapatkan pelatihan kecakapan hidup, keterampilan, dan kerajinan tangan yang mengacu pada program pemerintah.

Kegiatan soft opening ditutup dengan penyerahan simbolis alat tulis kantor (ATK) kepada perwakilan santri sebagai penanda dimulainya kegiatan belajar mengajar Madrasah Husnul Khotimah Bina Aswaja.