ODDP di Sleman Dibekali Keterampilan Produksi Sabun, Dorong Kemandirian Ekonomi

  • Jul 20, 2026
  • Andy Ahmad Akbar Zulfikar

Sleman – Orang dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkembang, dan hidup mandiri. Semangat tersebut diwujudkan melalui pelatihan pembuatan sabun cuci piring yang digelar Self Help Group (SHG) ODDP Laras Jiwo Sidokarto di Aula Kalurahan Sidokarto, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Minggu (19/7/2026).

 

Kegiatan ini menjadi pelatihan keterampilan perdana yang diselenggarakan SHG Laras Jiwo Sidokarto sebagai upaya meningkatkan kemampuan sekaligus membuka peluang usaha bagi para anggotanya. Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan dari sekitar 45 ODDP yang terdata di Kalurahan Sidokarto. Peserta yang dilibatkan merupakan mereka yang rutin menjalani pengobatan dan telah berada dalam kondisi yang stabil sehingga siap mengikuti kegiatan produktif.

 

Ketua SHG Laras Jiwo Sidokarto, Endang Widiastuti, menjelaskan bahwa kelompok tersebut menjadi ruang pendampingan sekaligus pemulihan bagi ODDP. Menurutnya, pelatihan pembuatan sabun cuci piring dipilih karena memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan, baik untuk dikelola secara berkelompok maupun secara mandiri oleh para peserta.

 

"Kami berharap keterampilan ini menjadi bekal bagi mereka untuk memiliki usaha sendiri. Setelah pelatihan ini, kami juga berharap ada pendampingan lanjutan agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi produktif," ujarnya.

 

Pelatihan menghadirkan narasumber Lina Syafira dari rumah produksi Super Q-nclonk UMKM Sleman. Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan pada bahan-bahan pembuatan sabun cuci piring yang aman digunakan, mudah diperoleh, serta memiliki harga yang relatif terjangkau. Dengan pendampingan secara bertahap, para peserta berhasil memproduksi sabun cuci piring berkualitas yang dinilai mampu bersaing dengan produk komersial di pasaran.

 

Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri ODDP agar mampu kembali berinteraksi dengan lingkungan sosial.

 

Endang menegaskan bahwa ODDP merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan dukungan, bukan penolakan. Menurutnya, proses pemulihan tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga pada penerimaan lingkungan sekitar.

 

"Mereka sama seperti kita. Mereka harus diperlakukan sebagai manusia yang memiliki hak untuk diterima, dibimbing, dan diberi kesempatan. Dukungan masyarakat menjadi salah satu kunci utama agar mereka dapat pulih, bersosialisasi, dan kembali menjalani kehidupan secara mandiri," katanya. (Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK)