Merti Dusun Ngalangan 2025: Perpaduan Budaya, Kebersamaan, dan Syukur Warga

  • Sep 04, 2025
  • Andy Ahmad AZ

Sleman — Suasana penuh kebersamaan menyelimuti Padukuhan Ngalangan, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, sejak awal Agustus hingga awal September 2025. Masyarakat setempat menggelar Merti Dusun Ngalangan 2025, sebuah tradisi budaya yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus pelestarian adat warisan leluhur.

Rangkaian acara yang dimulai pada 3 Agustus hingga 6 September 2025 ini diisi dengan beragam kegiatan, mulai dari merti mbelik, kenduri saparan, malam tirakatan, pentas seni, kirab bregodo “Kyai Tunggul Sela Merta”, hingga kirab budaya se-Padukuhan Ngalangan. Tak hanya itu, masyarakat juga menikmati pentas dangdut jadul, pengajian dan safari sholawat, pagelaran wayang kulit, serta pentas kesenian jathilan Hangesti Turonggo Budoyo.

Puncak acara dimeriahkan dengan kirab pusaka yang melibatkan tiga Rukun Warga (RW) dari Ngalangan, Baransari, dan Rejosari. Prosesi ini menjadi simbol penyatuan tiga sumber mata air di Padukuhan Ngalangan, yang melambangkan persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Merti dusun ini merupakan bentuk rasa syukur kami kepada Allah dan penghormatan kepada para leluhur yang telah membuka dan membangun padukuhan ini. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang menggali potensi budaya, ekonomi, dan kreativitas generasi muda,” ujar Indra Gunawan, Dukuh Ngalangan, dalam sambutannya.

Acara tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia. Perayaan kemerdekaan disatukan dengan tradisi merti dusun, sehingga nuansa kebersamaan semakin kuat dan penuh makna.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang turut hadir dalam acara puncak, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan dan kreativitas warga Ngalangan. “Tradisi merti dusun adalah warisan budaya yang perlu terus dilestarikan. Saya mengapresiasi semangat gotong royong warga Ngalangan yang mampu menyelenggarakan acara sebesar ini dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Harda juga menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh warga Padukuhan Ngalangan. “Kami ikut berdoa, mudah-mudahan rasa syukur yang dianugerahkan kepada Allah SWT betul-betul menambah berkah untuk seluruh warga Padukuhan Ngalangan. Semoga ke depannya kehidupannya semakin baik, sejahtera, diberi umur panjang, sehat, dan bermanfaat. Yang paling penting, anak keturunan seluruh warga Padukuhan Ngalangan bejo uripe, dan kelak menjadi pemimpin di negeri ini,” tuturnya.

Pendanaan kegiatan ini berasal dari sisa anggaran merti dusun 2023, bantuan dari Pemerintah Kalurahan Sardonoharjo, Pemerintah Kabupaten Sleman, Dana Keistimewaan DIY, serta dukungan sponsor dan donatur warga. Total biaya penyelenggaraan mencapai sekitar Rp40 juta.

Indra menambahkan, pelaksanaan merti dusun tidak hanya sebatas perayaan budaya, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. “Harapan kami, semangat gotong royong, rasa kebersamaan, dan budaya saling tolong-menolong yang sudah terjalin baik di Padukuhan Ngalangan dapat terus dijaga dan menjadi contoh bagi generasi penerus,” jelasnya.

Rencananya, tradisi Merti Dusun Ngalangan akan terus diselenggarakan setiap dua tahun sekali, dengan harapan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal bisa diwariskan kepada anak-anak muda agar Padukuhan Ngalangan semakin eksis, berprestasi, dan berbudaya.