Menumbuhkan Cinta Tanah Air Sejak Dini, PAUD Pencarsari Sleman Belajar di Museum Dirgantara Mandala
- Dec 19, 2025
- Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK
SLEMAN — Sebanyak 30 anak PAUD Pencarsari, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, mengikuti kegiatan outing class ke Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Sleman, Jumat (19/12/2025). Kegiatan yang didampingi para guru tersebut berlangsung dalam suasana ceria dan penuh antusiasme.
Jumat pagi yang cerah seolah menyatu dengan wajah-wajah gembira anak-anak PAUD Pencarsari yang sejak awal tak sabar melihat dari dekat pesawat terbang dan berbagai koleksi bersejarah di museum kedirgantaraan tersebut. Kunjungan edukatif ini menjadi bagian dari pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memperkaya pengalaman belajar anak usia dini.
Kepala PAUD Pencarsari, Suharini, menjelaskan bahwa outing class ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala memiliki banyak manfaat bagi peserta didik. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas mampu membantu anak-anak belajar dengan cara yang lebih praktis dan menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya melihat dan mendengar, tetapi juga mengalami langsung. Ini menstimulasi perkembangan kognisi, sosial, dan emosional mereka secara bersamaan,” ujar Suharini.
Ia menambahkan, kunjungan ke museum juga memberikan pengalaman baru yang memperluas wawasan anak serta menumbuhkan rasa cinta tanah air sejak dini. “Pembelajaran di luar kelas seperti ini menjadi lebih bermakna dan tak terlupakan bagi anak-anak,” katanya.
Selama berada di museum, rombongan PAUD Pencarsari diterima oleh Mayor Dewantoro, selaku instruktur pendamping. Dengan ramah, ia menjelaskan berbagai koleksi pesawat dan sejarahnya, serta dengan sabar menjawab beragam pertanyaan polos namun penuh rasa ingin tahu dari anak-anak.
“Di sini ada 61 pesawat terbang. Semua pesawat yang ada di sini adalah pesawat yang memiliki cerita sejarah,” jelas Mayor Dewantoro kepada para siswa. Ia kemudian menunjuk salah satu koleksi unggulan, pesawat C-140 Jet Star.
“Pesawat ini dulu dipakai Presiden Soekarno, Presiden pertama kita. Pesawat ini diperoleh dari Amerika Serikat dan diberikan oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy. Pesawat ini kita beri nama Pancasila, dengan kode A-1645 yang berarti 1 Juni 1945, hari lahirnya Pancasila,” terangnya, disambut tatapan kagum dan antusias anak-anak.
Kegiatan outing class tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, sejalan dengan upaya pendidikan karakter pada anak-anak PAUD.