KIM DSN Latih Penyuluh Kemenag Sleman Jadi Dai Digital Era Milenial
- Nov 03, 2025
- Andy Ahmad - KIM DSN Ngaglik
Sleman, 3 November 2025 — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman kembali menggelar Pelatihan Konten Kreatif Materi Penyuluhan Angkatan 2 di Aula Lantai 3 Kantor Kemenag Sleman, Senin (3/11). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kelompok Informasi Masyarakat Desa Sardonoharjo (KIM DSN) yang sebelumnya juga dipercaya menjadi pemateri pada angkatan pertama.
Pelatihan diikuti oleh para penyuluh agama Islam dari berbagai Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Sleman, di antaranya KUA Tempel, Ngaglik, Sleman, Mlati, Seyegan, Moyudan, Godean, Gamping, dan Minggir.
PLT Kasi Bimas Islam Kemenag Sleman, H. Ahmad Fauzi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dakwah di era digital tidak lagi terbatas di mimbar atau masjid. “Saat ini sudah saatnya dakwah hadir di media sosial. Kita yang menjadi ujung tombak dakwah harus memiliki kompetensi untuk menyampaikan pesan agama dengan cara yang menarik dan relevan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Sleman, H. Nadhif, yang membuka kegiatan secara resmi, memberikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh agama Islam di Sleman. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam metode dakwah agar bisa menjangkau generasi muda. “Para penyuluh sudah bekerja dengan baik, namun sebagian besar masih menggunakan metode manual. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka agar dakwah bisa menyentuh kaum milenial lewat konten digital,” ungkapnya.
KIM DSN diwakili oleh Andy Ahmad Akbar Zulfikar, videografer DSN TV, dan Saviera Ajeng Fauqii Nuura, presenter DSN TV sekaligus konten kreator “Mbak Jawa”.
Pada sesi pertama, Ajeng membagikan strategi agar konten dakwah bisa trending, tips agar masuk FYP, pemahaman algoritma media sosial, hingga teknik penyampaian pesan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Andy yang memaparkan materi teknis tentang pembuatan video penyuluhan — mulai dari perencanaan, pengambilan gambar, penggunaan alat bantu perekaman, hingga proses editing. Peserta kemudian diajak praktik langsung membuat video bertema “Pondok Pesantren”.
Suasana pelatihan berlangsung seru dan interaktif. Meskipun waktu terbatas, para penyuluh berhasil menghasilkan video yang kreatif dan penuh ide segar. Pelatihan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya lebih banyak konten dakwah inspiratif dari para penyuluh agama Islam Sleman di dunia digital.
#ArtikelKIMFEST2025