Harmoni Karya Persembahan Cinta Sanggar Banyu Bening, Tanamkan Karakter Anak Lewat Budaya Jawa
- Jan 18, 2026
- Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK
SLEMAN — Sanggar Banyu Bening menggelar kegiatan bertajuk “Harmoni Karya Persembahan Cinta” pada Minggu, 18 Januari 2026, bertempat di Rumah Makan Shiva, Tempursari, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman. Acara ini menjadi wujud komitmen sanggar dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak melalui seni dan budaya Jawa.
Ketua Sanggar Banyu Bening, Sri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penilaian hasil karya, melainkan bagian dari proses panjang pembentukan karakter anak. Menurutnya, sanggar berkomitmen menanamkan nilai attitude, kedisiplinan, dan keterampilan (skill) secara seimbang.
“Kami mengembangkan konsep asah, asih, asuh. Anak-anak tidak hanya dilatih kemampuan seninya, tetapi juga didampingi dalam proses membentuk karakter. Karena itu, kami mengajak orang tua untuk terus mendukung dan bersama-sama mendampingi anak dalam setiap proses,” ujarnya.
Dukungan penuh juga disampaikan Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyatakan rasa bahagia dan apresiasinya terhadap peran Sanggar Banyu Bening dalam melestarikan budaya Jawa sekaligus mencerdaskan generasi muda.
“Cinta adalah transaksi paling tinggi antara Tuhan dan manusia. Terima kasih kepada Sanggar Banyu Bening yang telah mendidik anak-anak kita melalui budaya Jawa, baik lewat bahasa maupun tarian tradisional. Dalam 15 tahun terakhir, saya mengamati komunikasi anak dan orang tua semakin jarang menggunakan bahasa Jawa. Ini sangat memprihatinkan, karena budaya Jawa sejatinya mendidik anak menjadi lebih halus dan beretika,” ungkapnya.
Rangkaian acara diawali dengan kirab budaya dari Sekolah Air Hujan Banyu Bening menuju Rumah Makan Shiva. Berbagai penampilan seni ditampilkan, antara lain Gerak Lagu “Siji Loro Telu”, Beksan Luhur Budaya, Mari Kangen, Gugur Gunung, Gerak Lagu “Yen Esuk Sugeng Enjing”, Suka Parisuka, Kridha Warataruni, Mutiara Nusantara, hingga Flashmob Jangkrik Genggong.
Sebagai penutup, seluruh peserta dan tamu undangan mengikuti flashmob Air Hujan secara bersama-sama, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna.
Melalui kegiatan ini, Sanggar Banyu Bening menegaskan perannya sebagai ruang edukasi budaya yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur bagi generasi penerus bangsa.