Dari Sleman untuk Nusantara: Bumkal Oerip Soemohardjo Jadi Magnet Studi Tiru Desa Kademangan Jombang
- Oct 18, 2025
- Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK
Sleman, 18 Oktober 2025 — Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Oerip Soemohardjo (BOS) Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menerima kunjungan studi tiru dari Pemerintah Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (18/10).
Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kalurahan Sardonoharjo ini dihadiri sekitar 50 peserta, terdiri dari Camat Mojoagung, Kepala Desa Kademangan beserta perangkatnya, serta jajaran pengurus Bumdes Demangsae.
Kepala Desa Kademangan, Hendro Wahyudi, menyampaikan tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mempelajari sistem pengelolaan ketahanan pangan yang dikembangkan oleh Bumkal Oerip Soemohardjo.
“Kami ingin belajar dari Sardonoharjo bagaimana mengelola ketahanan pangan secara berkelanjutan. Di wilayah kami, saat musim hujan sering terjadi banjir, sehingga pengelolaan pangan menjadi tantangan. Melihat potensi Sardonoharjo dalam peternakan ayam dan perikanan, kami berharap bisa meniru keberhasilan Bumkal BOS dalam membangun ekonomi desa,” ungkapnya.
Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut.
“Kunjungan ini menambah keluarga baru bagi kami dari Kademangan Jombang. Sardonoharjo adalah kalurahan yang berada di lokasi strategis di komplek Kapanewon Ngaglik bersama kantor Koramil, Polsek, dan Kantor Pos. Kami memiliki 18 padukuhan, dan seluruh lembaga di Sardonoharjo berjalan sinergis, termasuk Bumkal Oerip Soemohardjo yang menjadi salah satu pilar pembangunan ekonomi desa,” jelasnya.
Selanjutnya, Direktur Bumkal BOS, Cahyo Binarto, memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan.
Program tersebut antara lain:
Halo Bumdes Home Care, yang menyediakan layanan jasa perbaikan rumah, kebersihan, dan servis AC oleh warga Sardonoharjo.
Halo Bumdes Niaga, yang melayani kebutuhan warga dengan sistem pembayaran fleksibel.
Halo Bumdes Wisata, yang mengembangkan wisata edukatif seperti Sekolah Air Hujan Banyu Bening, TPS 3R Brama Muda, pelatihan membatik, peternakan, dan pertanian melon organik.
Halo Bumdes Farm (HBF), yakni program ternak ayam kampung bersama warga penerima PKH dengan misi “menghijrahkan keluarga PKH menjadi jutawan desa.”
“Alhamdulillah, di tahun pertama kami sudah mampu menyumbang PAD, dan di tahun kedua Bumkal BOS telah naik peringkat menjadi Bumdes Maju,” ungkap Cahyo.
Setelah sesi pemaparan, rombongan diajak berkunjung langsung ke kandang Halo Bumdes Farm (HBF) di Padukuhan Plumbon, Sardonoharjo. Di lokasi tersebut, Farid Hadi Rahman, Manajer HBF, menjelaskan berbagai program ketahanan pangan yang dikelola oleh Bumkal BOS.
“Kami menjalankan beberapa usaha utama seperti peternakan ayam kampung bersama warga PKH, pengembangan ikan gurameh dengan kelompok perikanan, ternak ayam petelur bersama kelompok wanita tani (KWT), serta program dana talangan modal bagi petani. Semua ini kami rancang untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat,” terang Farid.
Kunjungan ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama, menandai terjalinnya hubungan kolaboratif antar dua desa yang berkomitmen memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal dan ketahanan pangan berkelanjutan.