BUMKal Oerip Soemohardjo Jadi Rujukan, BPD Desa Trucuk Klaten Lakukan Study Tiru

  • Feb 12, 2026
  • Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK

Sleman - Komitmen memperkuat tata kelola ekonomi desa kembali ditunjukkan melalui kegiatan study tiru yang digelar Kamis (12/2/2026). BUMKal Oerip Soemohardjo, Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, menerima kunjungan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Trucuk, Klaten.

Rombongan terlebih dahulu diterima di Kantor Kalurahan Sardonoharjo oleh jajaran pengurus BUMKal bersama perwakilan pemerintah kalurahan. Dalam sambutannya, Direktur BUMKal Oerip Soemohardjo, Cahyo Binarto, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pihaknya sebagai lokasi pembelajaran.

“Study tiru ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum berbagi praktik baik dalam mengelola potensi desa secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Cahyo.

Dalam sesi pemaparan, pengurus BUMKal menjelaskan profil lembaga, proses pembentukan, struktur organisasi, hingga sistem pengelolaan keuangan yang mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Strategi pengembangan unit usaha turut diulas, termasuk penguatan tata kelola dan diversifikasi usaha berbasis potensi lokal.

Sejumlah program unggulan menjadi perhatian peserta, mulai dari pengelolaan sektor pertanian dan peternakan, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan ekosistem digital desa melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Diskusi berlangsung dinamis dengan pertanyaan seputar penguatan modal, sistem pelaporan, serta strategi menghadapi tantangan usaha di tingkat desa.

Usai sesi diskusi, rombongan diajak berkunjung ke Komplek Halo Bumdes Farm di Plumbon, Sardonoharjo. Di lokasi tersebut, peserta meninjau langsung unit usaha peternakan ayam kampung unggulan “Ayam Kuntara” yang menjadi salah satu andalan BUMKal. Peninjauan lapangan ini memberikan gambaran konkret mengenai manajemen operasional, pola kemitraan, hingga dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, kedua pihak berharap terjalin sinergi dan pertukaran pengalaman antar desa. Kolaborasi dan inovasi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat peran BUMKal sebagai motor penggerak kemandirian ekonomi desa yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing.