BUMKal BOS Sardonoharjo Jadi Rujukan Nasional, Terima Studi Tiru BUMDesma Demak

  • Jun 30, 2026
  • Andy Ahmad Akbar Zulfikar

Sleman – Komitmen dalam membangun tata kelola usaha desa yang profesional mengantarkan BUMKal Oerip Soemohardjo (BOS) Kalurahan Sardonoharjo menjadi tujuan studi tiru. Pada Senin (29/6/2026), BOS menerima kunjungan rombongan BUMDesma Bima Karanganyar LKD, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dalam rangka memperdalam strategi pengelolaan badan usaha milik desa yang akuntabel dan berkelanjutan.

 

Sebanyak 15 orang pengurus BUMDesma Bima Karanganyar LKD diterima di Kantor Kalurahan Sardonoharjo oleh Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, bersama jajaran pengurus BUMKal BOS. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Markas Halo Bumdes Farm di Padukuhan Plumbon, Sardonoharjo.

 

Dewan Penasihat BUMDesma Bima Karanganyar LKD, Muntofi'in, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan karena BOS dinilai berhasil menunjukkan kemajuan yang signifikan melalui tata kelola usaha yang profesional.

 

"Berdasarkan rekam jejak kemajuan dan tata kelola profesional yang telah diraih, kami menilai BOS merupakan rujukan yang tepat bagi kami untuk mendalami strategi pengelolaan usaha yang akuntabel serta sistem administrasi keuangan yang transparan," ujarnya.

 

Dalam sesi pemaparan, Lurah Sardonoharjo, Harjuno Wiwoho, membuka kegiatan dengan memperkenalkan profil Kalurahan Sardonoharjo, termasuk potensi wilayah serta sinergi pemerintah kalurahan dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui BUMKal.

 

Selanjutnya, Direktur BUMKal BOS, Cahyo Binarto, memaparkan arah pengembangan usaha BOS selama lima tahun ke depan. Sejumlah program unggulan yang akan terus dikembangkan meliputi Halo Bumdes Niaga, Halo Bumdes Home Care, Halo Bumdes Wisata, Halo Bumdes Edukasi, serta Halo Bumdes Farm yang menjadi salah satu pilar dalam mendukung program ketahanan pangan.

 

Menurut Cahyo, diversifikasi unit usaha tersebut dirancang agar BUMKal tidak hanya menjadi penggerak ekonomi desa, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui layanan yang inovatif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan lokal.

 

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Markas Halo Bumdes Farm. Di lokasi tersebut, rombongan memperoleh paparan mengenai pengembangan peternakan ayam Kuntara yang dikembangkan sebagai bagian dari sistem distribusi pangan yang efektif, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis desa.

 

Kunjungan ini diharapkan menjadi awal terjalinnya kerja sama dan pertukaran pengalaman antarlembaga usaha desa, sehingga mampu mendorong lahirnya BUMDes dan BUMKal yang semakin profesional, mandiri, serta berdaya saing dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat lokal maupun nasional. (Andy Ahmad - KIM DSN NGAGLIK)