Bikin Konten Biar Makin Ngetrend, Tingkatkan skill untuk tim MBC Multimedia Broadcasting dan Communication
- Dec 06, 2025
- Ajeng
Sleman, 3 Desember 2025 – Sebanyak 80 siswa yang tergabung dalam tim MBC (Multimedia Broadcasting and Communication) SMK Negeri 1 Tempel, Sleman, baru saja menyelesaikan pelatihan bertema Bikin Konten Biar Makin Ngetrend” pada hari Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan membekali para siswa dengan strategi terkini dalam menciptakan konten yang menarik dan viral, sejalan dengan peran penting mereka sebagai garda depan informasi sekolah.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan yang dilakukan oleh perwakilan OSIS, dilanjutkan dengan sambutan resmi dari sekolah. Setelah itu, fokus utama beralih pada sesi paparan materi, diikuti dengan sesi praktik, dan diakhiri dengan evaluasi hasil konten siswa. Narasumber utama dalam acara ini adalah Saviera Ajeng seorang konten kreator yang berfokus pada edukasi budaya Jawa.
Dalam paparannya, Saviera Ajeng membeberkan bahwa agar konten bisa trending dan menembus FYP, kreator harus memperhatikan beberapa trik penting. Hal-hal yang wajib dikuasai meliputi penentuan niche atau fokus konten yang spesifik, menciptakan hook atau pancingan yang kuat di awal video, serta memahami tren FYP (For You Page) terkini.
Mewakili Kepala Sekolah, Sigit Prabowo selaku pembina menyampaikan pandangan bahwa sangat penting bagi Generasi Z untuk mengenal konten digital, guna memanfaatkan platform sebagai sarana belajar, berkarya, dan menyebarkan nilai-nilai positif. Sigit juga menyatakan kebanggaannya karena acara ini berhasil membuat produk konten langsung dari siswa. Ia melihat siswa sangat antusias dan berharap program pelatihan praktis seperti ini bisa terus berlanjut.
Antusiasme peserta terbukti dalam sesi praktik. Meskipun waktu yang diberikan hanya 30 menit, kegiatan ini berhasil membuahkan 9 produk konten video yang bagus dan menarik dari total 80 peserta yang hadir.
Sementara itu, Eva Sofiah, guru SMK N 1 Tempel sekaligus pendamping siswa MBC, mengungkapkan bahwa ia baru kali ini mengetahui tentang trik-trik konten. Menurutnya, ternyata proses membuat konten yang berhasil tidak bisa dilakukan secara asal upload melainkan harus didukung oleh trik dan strategi yang tepat. Senada dengan Eva, Etik Romdloniati selaku guru dan pendamping siswa juga berharap agar ilmu yang didapat anak-anak betul-betul bisa diimplementasikan, sehingga mereka bisa mensyiarkan ilmu dan kebaikan dengan gaya yang kekinian.